Kisah

Perjalanan hidup memang penuh liku-liku… ada duka ada suka.. ada cita dan cinta… harapan setiap manusia beragam…

Merantau

Sebelum berangkat tahun 2012 ke Kalimantan mohon izin tidak di izinkan namun seiring waktu diperbolehkan namun saya berjanji untuk kembali karena orang tua berpesan “Bapak mamakmu wes tuo, neng lampung mung ono ademu… mamas karo ademu wes lungo neng kaltim.. sopo seng arep ngerawat nek sewaktu-sewaktu ono selisih paham karo ademu… jenenge menungso ora podo. Ko nek bosen gone ademu iso dolan genmu” akhirnya saya pergi dengan berat saya merantau 2 tahun paling lama 5 tahun pak janjiku…

Ada pesan lain juga dari ibu sebelum pergi “le nek lungo-lungo ojo lali karo gustialloh sholat, tanggung jawab, jujur, seng nerimo ngalah” itu yang kadang masih teringat terus yang blm bisa saya jalankan..

Akhirnya saya berangkat kekalimantan dan bertemu dengan kawan-kawan baru… disana ada aziz (unsoed), zaharudin (unsoed), hendry (unsoed), ferly (unsri), tanjung (unsri), sitorus (unsri), haris (unikarta), pulung (eks survey), turyono (eks survey),dan rio sipahutar (unila).

Sampai di mess desa loleng kebun loleng estate. Disana kami di didik mulai dari fisik oleh tentara, materi ruang tentang aspek agronomi, dan kunjungan lapang selama 1 bulan. Setiap hari evaluasi dari setiap kegiatan. Setelah 1 bulan kami ojt (on job trainning) selama 1 bulan dengan di sebar ke berbagai anak perusahaan Evans Indonesia. Di sumatera utara ferly dan aziz, di Bangka Rio sipahutar, haris, dan tanjung di kalimantan timur saya, Turyono, pulung, hendry, dan sitorus. Disana selama 1 bulan dievaluasi lulus atau tidaknya dari penilaian. Setelah itu kami penempatan saya sendiri di kalimantan timur bergabung ke divisi Utara 2 untuk membantu perawatan. Setelah itu dipindah lagi ke divisi utara 1 membantu aplikasi pupuk, kompos, dan pengendalian Hama tikus. Di divisi itu saya 2 hari dimarah sama pak manajer gara-gara aplikasi kompos. Hari pertama datang cek evaluasi kerja semua aplikasi baik dan benar jumlah sama namun saya cek dosis per pokok 100 Kg/pokok ada keanehan dengan jumlah. Hari kedua saya bawa timbangan ada kunjungan EM dan disana ditanyaian berapa angkong per pokok dijawab 4 angkong setelah itu saya timbang 1 angkong ternyata 50 Kg karena 200 Kg/pokok. Di marah ga jelas.. setelah dijelaskan akhirnya minta maaf.. sekitar 20 hari dipindah lagi ke divisi tengah menyelesaikan pemupukan carry over 150 ton dan aplikasi racun tikus.. stelah 1 bulan di suruh pegang divisi KKPA 1 disanalah banyak belajar dan berkarya. Selama di divisi KKPA 4 bulan lamanya areal tergenang banjir. Berbagai kisah sukacita banyak disana, suatu ketika pernah ada tenaga semprot blm waktunya pulang mereka pulang sekitar pukul 11.00 WITA saya tegur ada sekitar 14 orang marah membawa parang namun mereka diajak bicara apa masalahnya mereka mengerti dan besok hari agak tertib. Alasan jauh dari sumber air. Banyak kisah disana…

Pada bulan maret 2013 mutasi kerja di Musirawas. Disinilah banyak kenangan dan perjuangan… Awal kedatangan naik mobil bersama pak EM Joko Sulistiyo mengelilingi izin lokasi 99% tanaman karet. Awal kedatangan ada beberapa staf Manajer pemitra Gandar, Mujiyanto, Mery, Ponijan, Hasan, dan awal kedatangan bareng Rangga.

Hari-hari dilalui penuh sukacita. Mulai awal pengukuran dilakukan nilai GRTT (Ganti Rugi Tanam Tumbuh) minta sangat tinggi per ha minta ratusan juta rupiah. Kami mohon izin pengukuran kepada pemilik lahan sambil cek lokasi benar-benar 99% karet sekitar 90% masih sangat produktif.

Kami langsung kekebun izin dengan pemilik untuk lahan untuk memberi kuisioner harga yg diminta di areal petunang dan lesing harga sangat fantastis sampai ratusan juta rupiah. Di daerah suro harga per ha puluhan juta rupiah. Isi tersebut berisi tanaman karet. Bersama mujiyanto staf survey melakukan pengukuran didaerah tersebut. Pada waktu sempat terhenti tidak ada yang yang mengizinkan melakukan pengukuran sehingga sempat terhenti sekitar 1 bulan. Tidak ada aktivitas, kemudian melakukan analisa banyak lahan rawa yang tak tergarap. Ketika ditanya kepada warga pemilik lahan siapa? Jawab mereka milik TUHAN lah milik siapo kalo idak wong ndak ado yang garap. Nah berawal dari itu harga GRTT dan GRTT bisa berjalan. Berawal dari rawa memulai aktivitas ganti rugi lahan sesuai prosedur dan berjalan lancar. Seiring waktu karena buka kebun dan tanam sawit butuh lahan untuk pembibitan persiapan untuk penanaman.

Awal pembibitan rencana akan dibuat di petunang. Lahan waktu itu sudah diukur dan pemilik lahan bersedia lahanya di GRTT dan digunakan sebagai lokasi pembibitan. Disana dilakukan survey areal di dekat sungai Kilan. Dari jalan raya petunang jalan kaki sekitar 1.5 jam. Ketika lahan akan di GRTT tiba-tiba pemilik lahan atas nama Rame membatalkan, ketika kami temui tidak ada alasan mengapa tidak mau. Kami temui dirumah alasan tetap tidak mau ya tidak mau. Sehingga batal melakukan pembibitan di desa petunang. Kami diminta mencari lahan untuk pembibitan, kami tawarkan di suro dan jaya tunggal. Akhirnya karena harga GRTT di putuskan di Jaya tunggal.

Awal pembibitan dibuka awal agustus mulai dari bloking bersama survey hasan dan awal puasa dibulan agustus 2013.Kami tidak mampu melanjutkan ibadah puasa karena cuaca sangat panas. Di dampingi tim desa kami bersemangat membuka lahan sebagai cikal bakal pembibitan Tuah Negeri Estate. Pembukaan lahan diawali bloking blok, semprot gulma, pembuatan jembatan darurat, pembuatan pondok, pembersihan gulma, penggemburan tanah, pembuatan bedengan, pengisian polibag, pemasangan naungan, penanaman kecambah, penyiraman, pemupukan, penyiangan gulma, pelepasan naungan,selanjutnya persiapan Main nursery.

Penyemprotan kami lakukan pertengahan puasa 2013. Kemudian menunggu mati dan kering. Pada waktu lebaran 2014 saya di izinkan pulang kampung menggunakan kendaraan bermotor. Saya pulang ke kampung halaman menggunakan kendaraan bermotor selama 12 jam lebih karena kemalaman dan tersesat ketika melewati jalan alternatif melalui martapura mengarah lintas timur mesuji simpang penawar. Kami pulang kampung selama 4 hari. Pada hari ke 5 sudah kembali ke musirawas perjalanan kembali sendirian dari lampung ke musirawas menggunakan kendaraan bermotor selama 12 jam hanya istirahat makan di baturaja.

Pada hari pertama kembali bekerja saya bingung harus membersihkan secepat mungkin karena informasi bulan september kecambah datang sedangkan bulan agustus lahan baru saja di semprot. Pembersihan lahan terpaksa dengan cara di bakar tanpa sepengetahuan pimpinan saya lakukan karena mendesak. Akhir untuk melakukan pembersihan lahan saya sewa alat potong rumput untuk bloking areal saat pembakaran tidak merambat ke kebun sekitar.
Bloking

Iklan

Tentang 4gdownload.wordpress.com

putrapedalaman
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.