Kelapa Sawit dan Peta Satu Atap

Perkebunan kelapa sawit sawit memiliki banyak keuntungan,  hampir semua bagian tanaman dapat dimanfaatkan.  Kelapa sawit tumbuh di daerah beriklim tropis.  Tumbuh sangat baik. Kelapa sawit memiliki industri hilir yang sangat banyak,  bagi orang awam taunya hanya menghasilkan minyak.  Bagi orang yang mampu mengelola dengan baik,  kelapa sawit mulai dari tanaman,  buah,  dan limbah menghasilkan manfaat yang sangat besar.

Limbah hasil olah tandan buah segar (tbs)  yang dianggap orang sudah tidak bermanfaat bagi masyarakat yang belum tau kegunaan bahkan mencemari lingkungan namun dapat menghasilkan uang yang sangat besar. 

Limbah cair (pome) selain di gunakan untuk pupuk dapat digunakan sebagai sumber pembangkit listrik biogas.  Limbah pada (jangkos)  digunakan untuk kompos yang sangat subur jika dapat mengelola dengan baik.  

Buah atau tbs diolah menghasilkan minyak cpo, dapat diolah menjadi berbagai macam produk mulai dari biosolar,  minyak goreng,  margarine dan lain sebagainya dan bahkan inti buah diolah menghasilkan PKO yang harganya lebih mahal karena minyaknya dapat di olah menjadi campuran kosmetik dan lain sebagainya.  

Daun dapat diolah menjadi pakan ternak walaupun seratnya sedikit, namun dapat menjadi campuran.  Batang kelapa sawit dapat dibuat menjadi pupuk alami. 

Banyaknya ragam manfaat tanpa disadari kelapa sawit sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat.  Sehingga sampai kapanpun kelapa sawit akan tetap ada karena selama memasak dan menggoreng ikan membutuhkan minyak sayur maka kelapa sawit selalu hadir dalam kehidupan sehari-hari. Kelapa sawit merupakan berkah bagi masyarakat yang tinggal di daerah beriklim tropis.  Namun perlu juga kita sadari bahwa kebun kelapa sawit juga dapat menimbulkan dampak yang buruk jika dalam pembukaan lahan tidak dibatasi.  Karena jika seluruh areal terbuka tidak ada hutan atau tanaman lain maka terjadi tidak keseimbangan ekosistem.  Namun pada masa sekarang perusahaan besar sudah menerapkan hutan konservasi agar ekosistem terjaga.  

Kelapa sawit perlu campur tangan pemerintah yang jujur, dan perlu pengelolaan sang penikmat hasil yang baik.

Indonesia juga salah satu negara yang beriklim tropis,  perlu disadari pemetaan pemerintah masih cukup kurang karena belum ada peta jelas yang membatasi luasan perkebunan kelapa sawit yang ada sekarang ini.  

Wahai pemerintah segeralah menyusun peta yang lebih baik,  peta tata kelola satu atap. Sehingga menjadi jelas,  agar tidak terjadi tumpang tindih fungsi lahan.  Namun perlu juga kita sadari sangat berbahaya jika seluruh tapak bumi Indonesia dipetakan karena obyek vital nasional akan tampak jelas. 

Untuk pembangunan hal ini juga perlu mengapa,  karena dalam membangun perlu kita ketahui luas dan batas untuk fungsi lahan,  jika tidak maka pembangunan tidak akan baik karena kualitas pasti tidak sesuai yang diharapkan karena tidak jelas.

Pemerintah perlu mengecek bahwa peta yang dimiliki dinas kehutanan,  pertanian,  dan BPN sudah terintegrasi dalam satu atap agar dalam pengelolaan tidak menjadi masalah.  Dan peta tersebut harus update tiap bulan.

Dalam bidang pembangunan sangat perlu,  sebagai contoh negara kita adalah negara agraris,  namun pemetaan pertanian masih sistem perkiraan.  Padahal jika dipetakan maka akan tahu luas dan target produksi suatu tanaman.  Misal padi pemerintah memiliki target 1 juta ton,  maka pemerintah harus tahu betul berapa luas tanam,  potensi hasil,  potensi gagal.  Jika tidak akan ada swasembada beras,  itu hanya mimpi karena banyak masyarakat yang masih awam. 

Pemetaan satu atap juga dapat untuk diterapkan sistem anggaran atau budgeting yang lebih baik.  Karena akan tahu berapa biaya yang dibangun,  kualitas yang dibangun,  berapa lama mampu bertahan dengan kualitas bangunan,  serta perawatan tahunan yang harus dikeluarkan.  

Saya seorang planter harus membuat atau mengelola kebun.  Maka pertama kali datang adalah peta luasan,  jenis pekerjaan,  jumlah tenaga dan apa yang menjadi prioritas.  Dalam menyusun tersebut diperlukan budget, untuk izin, kebutuhan  tenaga kerja,  pembukaan, pembangunan perumahan,  buat jalan,  bibit,  tanam,  perawatan,  pemupukan,  pembangunan jembatan dan pengerasan jalan,  perawatan jalan,  persiapan akses panen,  panen,  pengangkutan,  pengolahan (pabrik),  pengolahan hasil dan penjualan,  perlu SDM 1 atap yaitu pemetaan. 

Kami mengelola bukan menjaga sehingga perlu pemetaan yang baik.  Seperti halnya pemerintah mengelola suatu negara yaitu Negara Indonesia.  Sadar atau tidak hal itu diperlukan. 

http://www.multiagritek.com juga sedang memetakan jumlah pengunjung dengan tampilan yang sederhana.  Salam hangat kami “build with knowledge” by multiagritek.com 

 

Iklan

Tentang 4gdownload.wordpress.com

putrapedalaman
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.